Laporkan situasi keamanan lingkungan, ketertiban bermasyarakat dan kebencanaan melalui SMS ke nomor 0813-8724-4662 Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dengan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan

Selasa, 29 Januari 2013

TNI dan POLRI Tanda Tangani Nota Kesepahaman

WARTASENKOM | Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Timor Pradopo menandatangani Nota Kesepahaman antara TNI dan Polri tentang perbantuan Tentara Nasional Indonesia kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (28/1/2013).

Maksud  dari Nota Kesepahaman ini adalah sebagai pedoman untuk melaksanakan kerjasama perbantuan TNI kepada Polri dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Adapun tujuannya  adalah dalam rangka mewujudkan sinergitas perbantuan TNI kepada Polri dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tugas perbantuan TNI kepada Polri dilaksanakan guna mendukung kegiatan Kepolisian dan/atau operasi Kepolisian atas permintaan berdasarkan kriteria ancaman dan kemampuan Polri. Tugas tersebut antara lain; menghadapi unjuk rasa maupun mogok kerja, kerusuhan massa, menangani konflik sosial, kelompok kriminal bersenjata dan mengamankan kegiatan masyarakat atau pemerintah yang bersifat lokal, nasional maupun internasional yang mempunyai kerawanan. 

Di tempat yang sama sebelum dilaksanakan penandatangan, Panglima TNI juga menghadiri pembukaan Rapat Pimpinan Pemerintah yang dibuka oleh Presiden RI DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono.  

Turut hadir dalam acara tersebut, para Kepala Staf Angkatan, Kasum TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan, para Asisten Panglima TNI, pejabat teras TNI dan Polri serta Kabalakpus TNI diantaranya Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E.

Posisi Strategis Senkom

Senkom Mitra Polri yang dalam berbagai program Kepolisian Negara Republik Indonesia telah bersinergi dengan baik dari tingkat pusat maupun lokal (Polres/polsek). Dengan adanya nota kesepahaman antar kedua institusi, yakni Polri dan TNI, membuat posisi Senkom Mitra Polri juga semakin luas dan strategis dalam hubungan antar lembaga.

Dua pekan silam, tepatnya pada hari Rabu (16/1/2013), PP Senkom Mitra Polri juga kembali melakukan kunjungan ke Mabes TNI dengan diterima Waaster Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman, yang per 23 Januari 2013 ini menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun) berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/29/I/2013 tanggal 18 Januari 2013, tentang Pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Dalam kunjungan tersebut, kala itu Waaster yang didampingi Paban I hingga Paban VI menyambut baik kedatangan para Pembina dan Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri. Beliau juga berjanji akan melaporkan hasil-hasil pertemuan tersebut kepada Panglima TNI agar segera dapat terwujud sinergi antar lembaga dengan payung hukum berupa nota kesepahaman. Dan selama belum ada nota kesepahaman tersebut, TNI terbuka terhadap kerjasama-kerjasama insidentil yang bisa dilaksanakan, apalagi dengan kesamaan visi dan misi yang ada.

"Kalau sudah ada payung hukum, urusan teritorial selesai," kata Brigjen (Mar) Arief Suherman.

Senkom Mitra Polri hingga berita ini diturunkan, telah menerbitkan 1,7 juta KTA untuk anggota di seluruh Indonesia, dan sedang dalam penyaringan 60ribu anggota baru. Hal ini sekaligus menjawab berbagai pertanyaan masyarakat mengenai pendaftaran keanggotaan baru, "tahun ini sudah ditutup, nanti untuk pendaftaran berikutnya akan diumumkan," kata H.M. Sirot, SH, SIp., Ketua Umum PP Senkom Mitra Polri.[PuspenTNI/Rama10]

Minggu, 27 Januari 2013

H. Semoga Jaya Terpilih Kembali Sebagai Ketua Pada MUSPROV Senkom Jatim


WARTASENKOM|SIDOARJO - Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Timur melaksanakan Musyawarah Provinsi II (MUSPROV II), Minggu (27/1/2013) di Gedung Kantor Sekretariat Senkom Provinsi Jatim, setelah masa kepengurusan sebelumnya berakhir. 

Dibuka oleh Ketua Umum Senkom Mitra Polri H. Moch Sirot, SH, SiP dan didampingi oleh dewan pembina Brigjen Pol (Purn) Edy Mulyadi, SH, Laksma TNI (Purn) H. Suroso LW. SIp., dihadiri ketua dan sekretaris Senkom Kab/Kota se Jawa Timur.
Musprov II Senkom Prov Jatim dipimpin oleh Sarjono, SH dari hasil keputusan Steering Committe selaku pimpinan sementara Musprov II Senkom Jatim yang diketuai oleh Drs. H. Sumarman, MPd.

Dalam laporan pertanggungjawaban ketua Senkom Prov Jatim H. Semoga Jaya, BCKu bahwa selama periode 2007 - 2012 Senkom telah berdiri di 38 Kab/kota se Jawa Timur, melaksankan konsolidasi organisasi dan turba ke Pengkab/Pengkot se Jawa Timur, Rakerprov, mengadakan audiensi dengan Polda Jatim, Pembekalan anggota, menjadi tuan rumah Diklat SAR Nasional, membantu penanganan berbagai bencana di Jawa Timur, melaksnakan PAM Operasi Mudik, Ops. Lilin dan sebagainya.

"Kekurangan kinerja pengurus selama periode 2007 - 2012 merupakan keterbatasan kami, janganlah dijadikan sebagi alasan untuk menjatuhkan kami," tegas Semoga Jaya.

Jika kami terpilih kembali pada periode yang akan datang, kami akan membenahi meningkatkan kinerja kami, agar Senkom Provinsi Jatim bisa menjadi pilar utama Senkom Mitra Polri, tambahnya.

5 utusan mewakili 38 kab/kota dalam pandangan umum semua menyatakan menerima, 3 dengan catatan dan semua memohon kepada pimpinan musyawarah untuk mengangkat kembali H. Semoga Jaya menjadi ketua Senkom Prov. Jatim periode 2013-2018.

Berdasarkan usulan semua ketua Kab/kota se Jawa Timur dan tidak ada lagi yang mencalonkan sebagai ketua, melalui pemilihan langsung maka pimpinan musyawarah menetapkan H. Semoga Jaya sebagai ketua Senkom Prov Jatim yang terpilih secara aklamasi, untuk selanjutnya disahkan melalui surat keputusan Nomor : KEP-8/MUSPROV II/SK-MP/M/I/2013 sebagai ketua Senkom Provinsi Jatim periode 2013 - 2018. (WG)

Sabtu, 26 Januari 2013

Senkom Karawang Salurkan Bantuan Pasca Banjir 'Sekolah Peduli Bencana'



WARTASENKOM | KARAWANG
- Senkom Lokal 20 wilayah hukum Polres Kabupaten Karawang pada hari Sabtu (26/01/2013) melaksanakan penyaluran bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Karawang. Pelaksanaan kegiatan bertajuk "Sekolah Peduli Bencana" ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Yayasan Mitigasi Bencana Indonesia (YMBI) selaku koordinator, Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Barat dan Polda Jawa Barat.

Sebelumnya dilaporkan oleh Koordinator Relawan Senkom Rescue (Senkom Mitra Polri) Karawang Hadi Tri Wijaya, korban terdampak banjir di Karawang Jawa Barat yang melapor dan ditangani Senkom Rescue Per 21 Januari 2013 mencapai 142 (Seratus Empat Puluh Dua) Kepala Keluarga dengan total populasi  582 (limaratus delapan puluh dua) jiwa di 10 titik.

Kesepuluh titik tersebut ialah Perum Karaba (15 KK, 75 jiwa), Perum Teluk Jambe (05 KK, 32 jiwa), Perum Resinda (02 KK, 10 jiwa), Perum Peruri (21 KK, 98 jiwa), Perum Bintang Alam (08 KK, 35 jiwa), Wirasaba (05 KK, 25 jiwa),  Adiarsa Pusaka (04 KK, 21 jiwa), Pancawati (34 KK, 117 jiwa), Perum BMI-Cikampek (15 KK, 49 jiwa), Tanjung Baru (33 KK, 120 jiwa). 

Posko Senkom Mitra Polri terus melakukan siaga bencana selama musim hujan terutama bulan Januari - Februari dimana curah hujan cukup tinggi, dan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat langsung ke Posko Senkom Mitra Polri  atau langsung ke rekening Bank Jabar Banten Cab. Karawang No. Rek. 000.7977.00.1100 atas nama Senkom Mitra Polri Kab. Karawang. (R10)

Senin, 21 Januari 2013

Banjir Jakarta: 20 Meninggal dan 45.954 Masih Mengungsi

TabloidLUGAS.com | JAKARTA -  Banjir di wilayah Jakarta yang terjadi sejak Selasa (15/1) hingga sekarang telah menimbulkan korban jiwa, kerugian, dan kerusakan pada banyak sektor. Tercatat 20 orang meninggal dunia hingga hari ini yang disebabkan oleh banjir, baik langsung maupun tidak langsung.

Secara langsung artinya korban meinggal karena hanyut ke sungai, dan tidak langsung karena dampak sekunder, seperti kesetrum listrik, sakit karena usia, kekurangan oksigen karena menghirup gas karbon monoksida dari genset di ruangan tertutup dan sebagainya.

Dari 20 orang yang meninggal sebagian besar justru meninggal di lokasi yang jauh dari sungai-sungai yang meluap. Korban kesetrum listrik karena berada di rumah atau tempat yang terendam banjir.

Meskipun sebagian besar banjir sudah surut, namun hingga sekarang masih terdapat 45.954 jiwa mengungsi sebagaimana dirilis DR. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB. Sebagian mengungsi karena rumahnya masih terendam banjir dan masih diperlukan pembersihan lingkungan. Tercatat 100.274 KK atau 245.119 jiwa terdampak.

Dari 45.954 pengungsi tersebut, tersebar di Jakarta Utara 17.237 jiwa, Jakarta Barat 22.315 jiwa, Jakarta Pusat 1.268, Jakarta Timur 1.442 jiwa, dan Jakarta Selatan 430 jiwa. Pemerintah, Pemda, dunia usaha dan masyarakat bahu membahu memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban banjir.

Sementara itu dari laporan koordinator Relawan Senkom Rescue di Karawang Jawa Barat, dari masyarakat yang terdampak banjir, melapor dan ditangani Senkom Rescue Per 21 Januari 2013  mencapai 142 (Seratus Empat Puluh Dua) Kepala Keluarga dengan total populasi  582 (limaratus delapan puluh dua) jiwa di sepuluh titik berbeda.

Rincian:
1. PERUM KARABA            : 15 KK, 75 JIWA
2. PERUM TELUK JAMBE  : 05 KK, 32 JIWA
3. PERUM RESINDA           : 02 KK, 10 JIWA
4. PERUM PERURI             : 21 KK, 98 JIWA
5. PERUM BINTANG ALAM : 08 KK, 35 JIWA
6. WIRASABA                      : 05 KK, 25 JIWA
7. ADIARSA PUSAKA          : 04 KK, 21 JIWA
8. PANCAWATI                     : 34 KK, 117 JIWA
9. PERUM BMI-CIKAMPEK  : 15 KK, 49 JIWA
10. TANJUNG BARU             : 33 KK, 120 JIWA  

Data diatas berdasarkan sebaran tempat / alamat domisili, bukan berdasar kecamatan. (mahar)

Minggu, 20 Januari 2013

Banjir Kali Bekasi Surut, Tinggalkan Lumpur 10cm di Rumah Warga


TabloidLUGAS.com
| BEKASI
- Setelah terendam banjir setinggi 1,5 meter, warga Perumahan Pondok Mitra Lestari Jati Asih, Bekasi kini mulai dapat bernafas lega, meski masih diliputi was-was juga karena bisa jadi banjir akan kembali datang 'bertamu'.

Banjir luapan air dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi yang tak tertampung aliran Kali Bekasi, selain telah mengusir warga dari rumah-rumahnya, juga meninggalkan masalah baru pasca banjir. Dalam pengamatan Agus Wibowo, Koresponden Lugas News Network di Bekasi, meski air telah surut pada hari Sabtu (19/1) namun meninggalkan lumpur hingga 10 cm di dalam rumah warga.

Warga pun bergotong royong membersihkan jalan-jalan serta rumah-rumah dengan secara bergantian, kecuali beberapa rumah yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Tampak seluruh elemen masyarakat di Jati Asih bergotong-royong seperti Karang Taruna, Senkom Mitra Polri, Remaja Masjid Al Barokah Yayasan Lembaga Dakwah Islam Indonesia dan lain-lain.

Menurut keterangan Dedy Hadiyat, setempat, ihwal banjir terjadi karena air sudah melampaui tinggi tanggul Kali Bekasi sementara posisi perumahan lebih rendah. "Air juga datang sangat cepat pada dini hari kemarin malam," ujar Dedy, Sabtu (19/1) saat ditemui Lugas sedang bergotong royong bersama warga lainnya.

Polresta Bekasi merilis bahwa tiga penduduk tewas akibat terseret arus banjir, pada 18 hingga 19 Januari 2013. Menurut Kepala Humas Polresta Bekasi, AKBP Bambang Wahyudi, korban meninggal dunia terdiri atas Omang (62), petani, dan Samin (32), penyapu Jalan Tol Jakarta-Cikampek, serta seorang lagi belum diketahui identitasnya.

Kota Bekasi Daerah Rawan Banjir

Kota Bekasi hingga saat ini masih termasuk dalam kategori daerah rawan banjir. Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi mencatat ada 39 kawasan perumahan rawan banjir yang tersebar di sembilan Kecamatan. Titik banjir tersebut rata-rata merupakan perumahan dan pemukiman warga.

Perumahan yang termasuk daerah rawan antara lain Kecamatan Bekasi Utara (Perum Wisma Asri dan Perum Harapan Jaya). Kecamatan Medan Satria (Perumahan Pejuang). Kecamatan Bekasi Barat (Perum Duta Kranji, Perum Jati Luhur, Perum Mas Naga, Harapan Baru Regency danPerum Harapan Baru). Kecamatan Bekasi Selatan  (Perumnas I, Perumnas II, Perum Kejaksaan Kayu Ringin,  Taman Galaxy, Perum Satria Mandala dan Perum Kemang Pratama).Kecamatan Bekasi Timur (Perum Danita, Perum Bekasi Jaya Indah, Perumnas III dan Perum Villa Kartini).

Kecamatan Rawalumbu  (Perumnas Rawalumbu, Perum Taman Narogong, Perum Pondok Hijau Permai I, Pondok Hijau Permai II, Perumahan Bumi Bekasi baru Utara). Kecamatan Mustika Jaya  (Perum Pondok Timur, Perum Mayanggi, Perum Graha Harapan dan Perumahan Mutiara Gading). Kecamatan Jatiasih (Perum Jati Kramat, Perum Puri Gading, Perum Nasio, Perum Pondok Gede Permai, Pondok Mitra Lestari, Vila Jatirasa, Kemang IFI,  Perum Duta Indah, Perum Graha Indah, Komplek  Dosen IKIP). Kecamatan Pondok Gede (Perum Jatibening, Perum Candra Lama). L

Reporter: Agus Wibowo
Editor: Mahar Pr.

Senkom Kendari Gagalkan Penipuan Rekrutmen CPNS BNN

borgol 
TabloidLUGAS.com | KENDARI – Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sultra terus mengimbau masyarakat agar hati-hati terhadap penipuan berkedok rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BNN Sultra untuk ditempatkan sebagai informan BNN. Pasalnya, sampai kini baik BNN pusat ataupun BNN Sultra tidak pernah menggelar rekrutmen informan ataupun tenaga sejenisnya.

Demikian disampaikan Kepala BNN Sultra, La Ode Muh Yusuf, menyusul tertangkapnya pelaku penipuan rekrutmen CPNS BNN bernama AT (29), Kamis (17/1) malam, oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia dengan bantuan sebuah Non Governmental Organization (NGO) bernama Senkom Mitra Polri Sultra yang mengadovokasi korban penipuan. Kata Yusuf, BNN dalam melakukan rekrutmen calon pegawai selalu transparan dan melalui mekanisme jelas.

“Saya imbau masyarakat untuk selalu waspada. Bukan hanya dalam kasus rekrutmen pegawai BNN ini, tetapi dalam proses rekrutmen lainnya. Sebisa mungkin masyarakat konfirmasi kejelasan dahulu sebelum mengeluarkan uang,” ungkapnya.

Kasus penipuan ini terbongkar setelah salah seorang korban, warga Lorong Beringin Jalan HEA Mokodompit Kampus Baru Unhalu, bernama Yahya melaporkan perlakuan yang dialaminya kepada Senkom Mitra Polri Sultra. Yahya dimintai uang sebesar Rp 3,5 juta sebagai dana panjar oleh AT yang mengaku petugas BNN, tetapi tidak kunjung mendapatkan panggilan BNN. Modus diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) yang seolah dibuat BNN pusat atas nama Direktur Intelejen Narkotika dan Deputi II Penindakan dan Pemberantasan, diberikan kepada korban.

“Setelah kita dapat laporan korban (Yahya, red) dan menyebutkan nama pelaku, kita perjelas SK yang diberikan pelaku ke BNN Kota dan BNN Provinsi. Ternyata SK yang diberikan tidak pernah dikeluarkan BNN. Makanya bersama korban kita lapor ke Polres Kendari,” jelas Wakil Ketua Senkom Mitra Polri Sultra, Imam Al Ghozaly, pada Kendari Ekspres, Minggu (20/1).

“Memang masyarakat harus selalu waspada penipuan,” tambah Imam seraya mengatakan, ketika masyarakat mendapatkan masalah tindak pidana penipuan dan sejenisnya, dapat meminta advokasi Senkom Mitra Polri Sultra dengan alamat Jl Khairil Anwar, Nomor 313, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua.

Diceritakan, penangkapan Kamis (17/1) malam kemarin, dilakukan dengan penjebakan melalui korban lain bernama Jufri (rekan Yahya) saat akan transaksi (pembayaran) di sebuah rumah di Lorong Beringin. Penangkapan dipimpin langsung Kapospol Kambu, Ipda Darwis dan personelnya bersama anggota Senkom.

Setelah penangkapan, diketahui korban penipuan khusus rekrutmen BNN itu telah cukup banyak, rata-rata asal Kendari yakni Arif, Bambang, Ardi, Herson, Yaher, Indra, Yahya dan Jufri. Pelaku telah diamankan di Polres Kendari.

Informasi dari aparat kepolisian, perbuatan pelaku ini sudah berkali-kali, kasus sama pernah ditangani Polres. Kala itu, mengaku dari Badan Intelejen Indonesia (BIN). AT dianggap melanggar pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 4 tahun. (kepres / mahar)

Sabtu, 19 Januari 2013

Inilah Kronologis Tragedi Basement Thamrin Nine Complex

WARTASENKOM | JAKARTA - Gedung Thamrin Nine Complex (gedung UOB), merilis kronologis kejadian banjir yang mengurung empat orang di dalam basement. Dua diantaranya meninggal dan dua selamat. Hingga kini, petugas Pemadam Kebakaran masih melakukan penyedotan air di basement  yang iperkirakan memakan waktu dua sampai tiga hari ke depan.

Berikut ini kronologis peristiwa naas tersebut:

Kamis, 17 Januari 2013, pukul 07.00 pihak pengelola gedung melakukan monitoring di sekitar kompleks gedung Thamrin Nine sehubungan dengan tergenangnya Jalan Teluk Betung dan Jalan Batu Raja, Jakarta Pusat.

Melihat curah yang tinggi, pada pukul 08.00, pengelola gedung memasang kantong-kantong pasir atau tanggul di pintu-pintu strategis menuju basement 1 sesuai rencana pencegahan.

Pukul 09.30 pihak pengelola melakukan pengumuman kepada semua penghuni gedung untuk melakukan evakuasi.

Pukul 10.45 tanggul-tanggul gedung yang dipasang hanyut karena datangnya air yang sangat deras secara tiba-tiba.

Pukul 13.30, basement 1 tertutup air setinggi 3 meter. Ada empat orang terperangkap di dalam basement.

Kemudian, pihak Badan SAR Nasional, TNI Angkatan Laut, Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana yang didalamnya termasuk Rescue Senkom, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, dan Polisi melakukan evakuasi.

Jumat (18/1), sekitar pukul 07.00 ditemukan korban Tri Susanto, pekerjaan Teknisi, dalam keadaan selamat. Pukul 23.00, Tito Fitrianto, pekerjaan Teknisi, juga ditemukan dalam keadaan selamat

Esok hari, Sabtu (19/1) sekitar pukul 06.30, korban Abdul Arif Bagus, pekerjaan Cleaning Service, ditemukan meninggal dunia di basement 1. Haridianto Eko, pekerjaan Cleaning Service, ditemukan meninggal dunia di basement 1 pukul 16.00.

Selanjutnya, evakuasi dihentikan karena tak ada data atau laporan orang hilang. Namun, pihak Pemadam Kebakaran masih melakukan penyedotan air hingga saat ini. Diperkirakan memakan waktu dua sampai tiga hari ke depan.

Mabes Polri membuka Posko Pengaduan Orang Hilang di Lobi Thamrin Nine Complex dengan enam orang tenaga ahli, dipimpin oleh Direktur Eksekutif DVI Mabes Polri, Kombes Pol Anton Castilani. (L)